Rabu, 29 Juni 2016

BAKTI SOSIAL YAYASAN BANGKITNYA HINDU

BAKTI SOSIAL YAYASAN BANGKITNYA HINDU



Mendung tebal menyelimuti langit hampir di seluruh Bali, hujan pun tak bisa dibendung lagi, dalam hitungan detik hujan pecah dan membasahi ibu pertiwi.
Namun hujan tidak bisa menghentikan langkah tim Bangkitnya Hindu untuk tetap menjalankan tugas sebagai aktivis kemanusiaan.
Walapun seluruh team basah kuyup, Bangkitnya Hindu tetap melanjutkan terus perjalanan menyusuri daerah-daerah terpencil, Minggu (26/6/2016) lalu.

“Masih membekas di ingatan kami bagaimana pengalaman itu paling berharga, kekuatan mereka, ketegaran mereka, rasa syukur mereka seakan sudah mengajarkan kami apa itu kehidupan. Sedih, bahagia jadi satu karena keadaan mereka yang begitu menyedihkan tapi senyum sapa mereka melambangkan kekuatan yang luar biasa,” ungkap Pendiri Yayasan Bangkitnya Hindu, Ajik Robert.

Seperti biasa,  yayasan ini kembali melaksanakan program Tri Hita Karana yang ke-15, yang rutin dilaksakan sebanyak dua kali dalam sebulan.
Sebelum melaksanakan kegiatan itu, terlebih dahulu yayasan akan mensurvei ke lokasi untuk mencocokan dengan informasi yang kami dapat.
Selanjutnya, barulah bantuan sosial dilaksanakan.

Pada kesempatan itu, Minggu (26/6/2016) lalu mereka mendatangi Dewa Gede Warmika (16) dan adiknya Dewa Agus Priatmika (12) yang mengalami kelumpuhan semenjak umur 6 bulan.
Sang ayah hanya sebagai kuli bangunan, tinggal di Banjar Presatriya 2 Kusamba, Dawan, Klungkung.

Tim Bangkitnya Hindu juga mendatangi Ketut Warsini (23) dan Wayan Dirka (27) pasangan yang tidak memiliki tempat tinggal layak huni di Banjar Kayuaya, Desa Sukadana, Kubu, Karangasem.

Nengah Minggu (47) juga mendapatkan bantuan sosial.
Ia mengalami kelumpuhan karena terjatuh dari pohon ental 11 tahun yang lalu dan kini hanya bisa berbaring di tempat tidur.
Kadek Ayu Yuliantini dan I Nengah Sukadana, pasangan suami istri ini, istrinya kini sedang hamil tua dan perlu biaya persalinan.
Alamatnya Banjar Bantas, Desa Baturinggit, Kubu, Karangasem.

Ni Ketut Ganda (71) seorang nenek tua sebatangkara tinggal seorang diri di sebuah gubuk tidak layak huni juga menerima bantuan sosial.
Demikian juga dengan Ni Ketut Pasti (31) yang mengalami kelumpuhan 7 bulan yang lalu sehabis operasi tumor, bertepatan meninggalnya sang suami.
Ia memiliki dua orang putra yang masih duduk dibangku SD.

“Kami memberikan oleh-oleh berupa sepeda mengingat jarak tempuh ke sekolah sangat jauh sekali,” ungkapnya.
Setelah memberikan bantuan sosial, kegiatan dilanjutkan dengan mereresik dan sembahyang bersama di Pura Manik Kembar Batu Belah, Banjar Dinas Tegallanglangan, Desa Datah, Abang, Karangasem.

“Kami Duta Dharma Yayasan Bangkitnya Hindu mengucapkan terima kasih atas suport, doa, punia lewat rekening dan punia lewat kotak punia yang sudah tersebar di berbagai wilayah di Bali. Kami ingin mengajak seluruh umat Hindu untuk selalu peduli dengan umat kita yang kurang mampu dengan bergabung menjadi team Duta Dharma. Kita akan menemukan salah satu resep mencapai kebahagiaan yaitu dengan cara berbagi. Silakan salurkan Punia Anda melalui : Atas Nama : Yayasan Bangkitnya Hindu Bank : Mandiri, Cab Tabanan. No Rek : 175-00-0013010-3,” paparnya.

Sumber Bangkitnya Hindu
@Copyright2016

Tidak ada komentar: