Sabtu, 25 Juni 2016

Kenapa Telor Bebek dan Ayam bisa berdiri sendiri?

Kenapa Telor Bebek dan Ayam bisa berdiri sendiri?



Kebetulan saya sudah tes sendiri dua buah telor satu telor Ayam Kampung dan Satunya telor Bebek dan saya taruh telor tersebut didalam Pura di Ambon.


Foto kami ambil di Pura Siwa Stana Giri Ambon


Menurut beberapa teman yang bergelut dalam dunia spiritual hal itu disebabkan karena medan magnet yang ada pada tempat suci misalnya Pura sangat tinggi jadi dengan gampang telor untuk diatur berdiri.

Namun bagaimana penjelasanya menurut ilmu pengetahuan alam?

Berikut alasannya :
Sebenarnya telur ayam bisa saja berdiri pada saat tidak terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan dengan syarat permukaan tempat berdirinya telur tsb. datar dan kokoh serta didukung oleh permukaan telur yang rata (tidak bergelombang). Dibutuhkan pula perjuangan dan kesabaran yang ekstra untuk membuat telur berdiri seimbang.
Namun syarat-syarat tsb. di atas bisa sedikit diambaikan atau menjadi lebih mudah jika saat mendirikan (membuat jadi berdiri) telur tsb. dilakukan pada waktu terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya: Saat terjadinya gerhana matahari (lihat gambar), posisi bumi, bulan dan matahari segaris atau sejajar.


Posisi ini menyebabkan resultan (akumulasi) gaya gravitasi matahari dan bulan menjadi lebih kuat sehingga membuat telur menjadi seakan-akan 'tertarik' ke atas. Gravitasi bumi menahan/mengimbanginya sehingga telur tidak melayang. Akibatnya telur bertahan dalam posisi tegak di atas permukaan bumi. Tentunya, jika resultan gaya gravitasi matahari dan bulan ini berkurang perlahan-lahan seiring dengan pergerakan bumi dan bulan mengelilingi matahari yang juga menyebabkan berakhirnya gerhana matahari, maka dengan sendirinya telur tidak akan mampu mempertahankan posisi tegaknya.

Oleh karena gerhana matahari terjadi pada siang hari maka fenomena telur berdiri saat gerhana matahari ini hanya bisa terjadi pada siang hari. Jangan sekali-sekali mencobanya di sore hari atau bahkan malam hari, karena seperti yang dinyatakan di atas anda butuh kesabaran yang tinggi dan perjuangan yang ekstra untuk membuat telur bisa berdiri.

Lalu bagaimana bisa telur berdiri di saat gerhana bulan?
Berikut ilustrasi posisi bulan, bumi dan matahari saat gerhana bulan.


Dari gambar terlihat bahwa posisi bumi berada di antara bulan dan matahari dengan posisi segaris/sejajar. Posisi ini menyebabkan gaya tarik / gravitasi bulan meningkat di malam hari (hal ini dibuktikan dengan fenomena pasang air laut). Hal ini disebabkan karena tidak ada gaya gravitasi lain yang 'meniadakan' gaya tarik tegak lurus bulan. Posisi matahari yang berada sejajar atau di balik bumi (terhadap bulan) tidak dapat meniadakan gaya tarik tegak lurus bulan. Oleh karena gaya gravitasi bulan yang meningkat dan diimbangi dengan gaya gravitasi bumi inilah maka telur dapat berdiri pada saat gerhana bulan. Karena gerhana bulan terjadi di malam hari maka fenomena telur berdiri hanya dapat terjadi di malam hari ketika terjadi gerhana bulan. Seperti kita ketahui bersama bahwa gerhana bulan terjadi pada saat bulan purnama (bulan penuh).

Adakah saat-saat lain dimana telur bisa berdiri selain pada saat terjadi gerhana matahari dan bulan?

Secara teoritis memungkinkan. Hal ini karena lintasan revolusi bumi tidak sepenuhnya lingkaran melainkan cenderung ellips maka ada saat di mana posisi bumi relatif lebih dekat dengan matahari dibanding saat-saat lainnya. Saat inilah gravitasi matahari menjadi lebih besar sehingga memungkinkan telur berdiri di siang hari.

Demikian halnya dengan lintasan revolusi bulan mengelilingi bumi yang juga tidak lingkaran menyebabkan posisi bulan suatu saat menjadi sangat dekat dengan bumi saat bulan purnama atau bulan penuh yang dikenal juga dengan nama supermoon karena bulan tampak sangat besar. Dengan posisi bulan yang lebih dekat dengan bumi ini maka gaya tarik bulan meningkat sehingga secara teoritis bisa membuat telur berdiri di malam hari dengan catatan posisi bulan, bumi dan matahari mendekati sejajar (posisi bulan purnama atau bulan penuh).

Meskipun amat sangat jarang terjadi, namun posisi sejajar atau lurus planet Venus, Bumi dan Mars juga dapat mempengaruhi gaya gravitas bumi, yang memungkinkan telur bisa berdiri.

@Copyright2016

Tidak ada komentar: